Selasa, 01 Oktober 2019

Hari Kesaktian PANCASILA Sebagai Pengingat dalam Mempertahankan Ideologi Bangsa

| Selasa, 01 Oktober 2019

PRINGSEWU - Tercatat dalam sejarah, setelah 20 tahun Rakyat Indonesia merasakan Kemerdekaan, namun ternyata Kemerdekaan itu tidaklah terlepas dari berbagi macam rong-rongan dan berbagai bentuk cobaan yang harus dihadapi oleh bangsa ini.

Salah satu kejadian yang sangat memilukan hati rakyat indonesia ialah ketika terjadinya sebuah gerakan yang dinamakan Gerakan 30 September atau yang lebih dikenal sebagai G 30 S-PKI pada tahun 1965.
Peristiwa ini merupakan suatu peristiwa kelam yang harus dialami oleh bangsa Indonesia, dimana pada persitiwa tersebut merupakan sebuah upaya KUDETA yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia terhadap pemerintahan yang sah yang ingin mengganti ideologi PANCASILA  serta merubah paham Nasionalisme  menjadikannya sebagai paham Komunisme.

Gerakan 30 S-PKI  ini melancarkan aksinya dengan cara yang keji dan tidak berprikemanusiaan yang diawali dengan tindakan penculikan dan pembunuhan terhadap Perwira Tinggi Angkatan Darat yang merupakan sebagai Sasaran utama dalam upaya melumpuhkan serta memecah kekuatan pemerintah kala itu.
Aksi penculikan dan pembunuhan yang dilancarkan oleh gerombolan PKI tersebut  dilakukan dengan alih-alih pencegahan terhadap upaya Gerakan Dewan Jenderal yang akan menggulingkan pemerintahan kala itu, sehingga dengan dalih yang dihembuskan tersebut rakyat indonesia mendukung upaya yang telah mereka lakukan sehingga tujuan mereka bisa terwujud dan berhasil mengubah pemerintahan yang sah menjadi Dewan Revolusi.

Para perwira tinggi Angkatan Darat yang menjadi sasaran utama dalam melumpuhkan kekuatan pemerintahan yang sah antara lain :

  • Letnan Jenderal TNI. AHMAD YANI, yang kala itu berkedudukan sebagai Menteri, Panglima Angkatan Darat dan Kepala Staf Komando Operasi tetinggi.
  • Mayor Jenderal TNI. RADEN SUPRAPTO. yang berkedudukan sebagai Deputi II Menteri, Panglima Angkatan Darat bidang Administrasi.
  • Mayor Jenderal TNI. MAS TIRTODARMO HARYONO. jabatan sebagai Deputi III Menteri, Panglima Angkatan Darat bidang Perencanaan dan Pembinaan.
  • Mayor Jenderal TNI. SISWONDO PARMAN. jabatan sebagai Asisten I Menteri, Panglima Angkatan Darat bidang Intelijen.
  • Brigadir Jenderal TNI. DONALD ISAAC PANJAITAN. jabatan Asiten IV Menteri, Panglima Angkatan Darat bidang Logistik.
  • Brigadir Jenderal TNI. SUTOYO SISWOMIHARJO. jabatan Inspektur Kehakiman, Oditur Jenderal Angkatan Darat. 
serta korban yang menjadi salah sasaran

  • Letnan Satu CZI PIERRE ANDREAS TENDEAN. yamg merupakan ajudan Jenderal TNI ABDUL HARRIS NASUTION.
Jenderal TNI A.H NASUTION merupakan menjadi salah satu target utama dalam aksi penculikan yang dilakukan oleh Gerakan 30 S-PKI namun beliau berhasil lolos saat aksi penculikan tersebut, sehingga Nasution menjadi satu-satunya perwira tinggi yang berhasil selamat.

dengan kejadian ini bangsa Indonesia harus kehilangan putra terbaik bangsa akibat pitnah yang di lakukan oleh PKI yang berujung penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Gerakan  30 September 1965.

Semoga dengan sejarah kelam ini, bangsa Indonesia akan terus waspada  dalam segala bentuk upaya yang timbul dari dalam  maupun dari luar negeri  yang bertujuan mengganggu kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (pu.ny/ind)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar